Rabu, 03 September 2014

Ramadhan (pernah) Abu-abu

Allah Berkahkan Ramadhan ku.
Tak kurasakan indah nya ramadhan ini.
Sujudku hampir semuanya tentang pengharapan agar selalu dimudahkan.
Do’aku hampir selalu tentang semoga di lancarkan dan di tunjukkan jalan.
Pembicaraan ku hampir selalu tentang kita harus selesaikan ini bersama.
Ucapanku selalu tentang semangat bahwa kita pasti bisa.

Yang mana lagi ya Allah, Mohon tunjukkan jalan keluarnya.
Jika memang usaha saya belum maksimal untuk bisa menyelesaikan semuanya bulan depan, tolong ya Allah, tolong bawa saya pada keikhlasan, dan bimbing saya untuk bisa menerima.

Cukup ya Allah, cukup.  Sujud dan berdiriku sudah tak lagi kusyuk, tilawahku tak lagi sempurna, dzikirku tak lagi tenang, hanya karena bebruru waktu ingin segera menyelesaikannya.

Tak ada lagi amanah yang ku laksanakan secara maksimal, hak saudara ku lebih sering ku abaikan. Cukup ya Allah, cukup. Sampai kapan saya akan menjadi orang yang berpikir hanya untuk diri sendiri, karena ketakutan tak mampu mencapai akhir secepatnya.

Jika memang bukan takdirnya saya mampu menyelesaikan nya semester ini, maka kuatkan saya untuk mengakhirinya sekarang, jangan biarkan saya merasakan ketakutan ini sendiri, bimbing saya ya Allah, bimbing saya.

Saya selalu percaya, dan akan selalu percaya, bahwa Engkau tak pernah tidur, bahwa Engkau tak pernah Meninggalkan setiap hamba. Saya percaya bahwa Engkau akan mengabulkan setiap do’a. bimbing saya agar selalu sabar menunggu dikabulkan segala do’a.


Cukup ya Allah, cukup. Tak satupun ku ingkari kekuasaan-Mu.


                                                                            Bandung, 15 Juli 2014. (17 Ramadhan 1435H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar