Selasa, 09 September 2014

Tingkat Akhir yang Belum Berakhir

Skripsi, kata ini terdengar menyeramkan untuk seorang mahasiswa tingkat akhir, bukan karena susah atau pun kesulitan-kesulitan “verbal” lainnya, tapi ini lebih kepada keinginan dan niat yang begitu sulit untuk memulai mengerjakan, sulit mulai untuk menuliskan sesuatu yang ada di kepala, kadang yang terfikirkan berhenti ditahap wacana, tidak pada tahap menuliskan atau mungkin mengaplikasikan.
Menyeramkan lainnya adalah kamu tidak tahu bagaimana cara mengobatinya, tidak tahu bagaimana solusi yang tepat untuk membuat kau bergerak mengerjakannya. Kau berusaha mencoba memotivasi diri sendiri, dan kau gagal, kau coba menjadikan orang tua sebagai motivasi, tapi tak berhasil, kau coba dengan lingkungan, mulai dari teman-teman, sampai pada kakak tingkat yang berhasil keluar dengan sukses, tapi tetap tak bergeming, bahkan dengan motivasi yang biasa di agung-agungkan mahasiswi tingkat akhir, sebut saja “membangun peradaban”, tapi tetap tak mampu membuatmu perlahan maju menyelesaikan skripsi.
Menyeramkan, dia akan terus menyeramkan setelah akhirnya kau coba Dia yang memberikan solusi dari setiap masalah, kau coba utarakan semua yang kau rasa, kau katakan semua keinginanmu pada-Nya, kau mulai mencoba berdo’a dengan segenap kekhusyukan yang ada. Jangan hanya sekali saja, jangan berhenti sebelum ia melembutkan hati keras mu yang seperti baja, yang hampir tak mampu lagi menerima perkataan manusia. Sampai Dia benar-benar membuatmu menyelesaikan dan mengakhiri kesereman sebuah Skripsi.
Lihat dan perhatikan, sepertinya ada tutup botol yang menyumbat ditengah-tengah pipa, hingga ia membuka tutup itu dan air akan segera memancar dan mengalir dengan lancar dan deras. Dan kau akan menikmatinya bersama Ridho-Nya.

Kamu pasti bisa, kamu pasti bisa. Jangan lah lagi berleha-leha, waktu tak pernah mau menunggu, tapi kamulah yang haru berjalan menyamai langkah agar tak tertinggal. Semangat, semangat untuk siapapun yang sedang bersama kata menyeramkan itu “skripsi”. 

                                                                                Bandung, 1 mei 2014. 06:15 BBWI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar