Selamat malam cinta, selamat malam bandung, dimalam pada tanggal yang sama, untuk
pertama kalinya aku menapaki kaki di tanahmu, menjumpaimu di pekat malam yang
sama, pada jam yang hampir sama. 8 Juli
2010, empat tahun yang lalu, kita bertemu di tanah sunda. Masih ku ingat, kau sapa aku dengan keramahan,
dengan dinginnya malam dan siangmu.
Selamat
malam cinta, selamat malam bandung, kau ingat aku? Empat tahun yang lalu,
dengan soundtrack yang sama, bondan prakoso dengan “ya sudahlah” nya. Aku dengan
perasaan ragu meninggalkan sahabat-sahabatku, orang tua, keluarga dan juga rumah
tempat ku di besarkan.
Selamat
malam cinta, selamat malam tanah sunda, apa kau masih sakti seperti empat tahun
yang lalu? Dimana dinding kamar mulai penuh
dengan coret-coretan mimpi-mimpi ku, dan semangat yang begitu berapi-api untuk mewujudkannya.
Selamat
malam cinta, selamat malam Universitas Peradaban, dulu kau begitu sakti, bahkan
sampai saat ini, hingga banyak negara yang berani saya tulis di lembar-lembar
mimipi. Nama-nama negara yang entah kapan bisa saya kunjungi.
Selamat
malam Bandung, selamat malam cinta pertama, selamat malam mimpi pertama yang
berhasil saya buktikan kepada dunia, bahwa Allah tak pernah tidur, bahwa Tuhanku
tak pernah meninggalkan ku.
Selamat
malam UPI, selamat malam Bumi Siliwangi, malam ini tepat empat tahun bukan? Apakah
sudah saatnya aku pergi? Tak bolehkan aku sedikit lebih lama disini? Adakah
kesempatanku untuk melanjutkan mimpi ? Mimpi yang sebelumnya tak berani ada di
pikiran ini.
Fabiayyia
laa irabbikuma tukadzibaan, sungguh tak ada lagi nikmat yang mampu aku
dustakan. Kesempatan mencoba, bahkan kesempatan menjalani mimpi-mimpi ini.
Allah,
terimakasih untuk segalanya.
Selamat
malam cinta, selamat malam Bandung, selamat malam mimpi pertama, selamat malam
UPI tercinta.
Bandung, 8 Juli 2014. 21:25 wib,@myroom
Tidak ada komentar:
Posting Komentar