Selasa, 08 Juli 2014

Selamat Malam cinta

Selamat malam cinta, selamat malam bandung, dimalam pada tanggal yang sama, untuk pertama kalinya aku menapaki kaki di tanahmu, menjumpaimu di pekat malam yang sama, pada jam yang hampir sama.  8 Juli 2010, empat tahun yang lalu, kita bertemu di tanah sunda.  Masih ku ingat, kau sapa aku dengan keramahan, dengan dinginnya malam dan siangmu.

Selamat malam cinta, selamat malam bandung, kau ingat aku? Empat tahun yang lalu, dengan soundtrack yang sama, bondan prakoso dengan “ya sudahlah” nya. Aku dengan perasaan ragu meninggalkan sahabat-sahabatku, orang tua, keluarga dan juga rumah tempat ku di besarkan.

Selamat malam cinta, selamat malam tanah sunda, apa kau masih sakti seperti empat tahun yang lalu? Dimana dinding kamar mulai  penuh dengan coret-coretan mimpi-mimpi ku, dan semangat yang begitu  berapi-api untuk mewujudkannya.

Selamat malam cinta, selamat malam Universitas Peradaban, dulu kau begitu sakti, bahkan sampai saat ini, hingga banyak negara yang berani saya tulis di lembar-lembar mimipi. Nama-nama negara yang entah kapan bisa saya kunjungi.
Selamat malam Bandung, selamat malam cinta pertama, selamat malam mimpi pertama yang berhasil saya buktikan kepada dunia, bahwa Allah tak pernah tidur, bahwa Tuhanku tak pernah meninggalkan ku.

Selamat malam UPI, selamat malam Bumi Siliwangi, malam ini tepat empat tahun bukan? Apakah sudah saatnya aku pergi? Tak bolehkan aku sedikit lebih lama disini? Adakah kesempatanku untuk melanjutkan mimpi ? Mimpi yang sebelumnya tak berani ada di pikiran ini.

Fabiayyia laa irabbikuma tukadzibaan, sungguh tak ada lagi nikmat yang mampu aku dustakan. Kesempatan mencoba, bahkan kesempatan menjalani mimpi-mimpi ini.

Allah, terimakasih untuk segalanya.


Selamat malam cinta, selamat malam Bandung, selamat malam mimpi pertama, selamat malam UPI tercinta.


Bandung, 8 Juli 2014. 21:25 wib,@myroom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar