Minggu, 13 September 2015

Inginmu Tak Lebih Besar Dari Kesedihanmu

pernah kayak gini?
kayaknya beberapa orang dari begitu banyaknya orang di dunia pernah kali ya.
nah, jangan gitu lagi ya.

Harus kembali menyalahkan keadaan? Seharusnya saya tidak pulang? Emangnya kalau gak pulang, kamu bisa meraih mimpi-mimpimu? Kamu perlu tau satu hal, mimpimu tidak punya tujuan yang jelas, mereka yang bermimpi ke negara diluar sana, mereka sudah punya tujuan yang jelas, ingin melanjutkan pendidikan, bahkan sudah tahu ingin mengambil jurusan apa. Sementara kamu? Kamu gak tahu kenapa kamu memilih London. Mau S2 disana? Ambil jurusan apa? Dikampus mana? Udah tahu? Belum kan? Keinginanmu tidak lebih besar dari kesedihanmu. Tidak usah mengatakan bahwa kamu harus berdamai dengan keadaan, dengan masa lalu, bahkan kau tak perlu berdamai dengan mimpi-mimpi yang telah kau tuliskan. Tidak perlu. Mereka semua tak salah apa-apa. Mereka tidak pernah menjahatimu, lantas kenapa kamu harus berdamai? Kamu tak perlu berdamai dengan apapun dan dengan siapapun, satu-satunya orang yang perlu berdamai dengan kamu adalah diri kamu sendiri. tidak usah melihat kesalahan sampai kau berputar sedemikian rupa mencari-cari penyebab keadaanmu sekarang, tidak perlu. Yang perlu kamu lakukan adalah, ngobrol dengan hatimu, bicaralah dengan tenang,dengan penuh rasa ingin berdamai. Mintalah dia untuk ikhlas, ajak dia untuk melepaskan, agar kalian punya tempat yang lebih luas untuk mimpi yang harus dibangun berikutnya. Mulai lah dari sana. Berhentilah berpura-pura, cukup dengan topeng-topeng yang ternyata hanya membuat kamu tak mengenal diri kamu sendiri.

================================================================================================================
ini pertanyaan buat nimpukin diri sendiri sih..

Wahai hati, tak inginkah kau berdamai denganku? Tak lelahkah kau dengan topeng ini?

perlu kita tahu juga,

Untuk mewujudkan mimpi, tidak hanya persoalan seberapa besar usaha, tapi seberapa khusyuk kau berdo’a dan meminta kepada Allah.
Kadang kita memang harus belajar melepaskan, dan berdamai dengan hati sendiri. agar kita bisa menerima kenikamatan lain yang sudah Allah persiapkan.
Kadang kita terlalu fokus pada mimpi besar kita, sehingga banyak kenikmatan lain yang Allah tebar disekeliling kita tak lagi kita sadari.

nah, sekarang...
ajak *dia untuk melepaskan, agar kalian punya tempat yang lebih luas untuk mimpi yang harus dibangun berikutnya. (* hatimu, iya, kamu... hmhuh)
===========================================================

                                         pariaman, 9915

                                             F S H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar