pernah kayak gini?
kayaknya beberapa orang dari begitu banyaknya orang di dunia pernah kali ya.
nah, jangan gitu lagi ya.
Harus kembali menyalahkan keadaan?
Seharusnya saya tidak pulang? Emangnya kalau gak pulang, kamu bisa meraih
mimpi-mimpimu? Kamu perlu tau satu hal, mimpimu tidak punya tujuan yang jelas,
mereka yang bermimpi ke negara diluar sana, mereka sudah punya tujuan yang
jelas, ingin melanjutkan pendidikan, bahkan sudah tahu ingin mengambil jurusan
apa. Sementara kamu? Kamu gak tahu kenapa kamu memilih London. Mau S2 disana?
Ambil jurusan apa? Dikampus mana? Udah tahu? Belum kan? Keinginanmu tidak lebih
besar dari kesedihanmu. Tidak usah mengatakan bahwa kamu harus berdamai dengan
keadaan, dengan masa lalu, bahkan kau tak perlu berdamai dengan mimpi-mimpi
yang telah kau tuliskan. Tidak perlu. Mereka semua tak salah apa-apa. Mereka
tidak pernah menjahatimu, lantas kenapa kamu harus berdamai? Kamu tak perlu
berdamai dengan apapun dan dengan siapapun, satu-satunya orang yang perlu
berdamai dengan kamu adalah diri kamu sendiri. tidak usah melihat kesalahan
sampai kau berputar sedemikian rupa mencari-cari penyebab keadaanmu sekarang,
tidak perlu. Yang perlu kamu lakukan adalah, ngobrol dengan hatimu, bicaralah
dengan tenang,dengan penuh rasa ingin berdamai. Mintalah dia untuk ikhlas, ajak
dia untuk melepaskan, agar kalian punya tempat yang lebih luas untuk mimpi yang
harus dibangun berikutnya. Mulai lah dari sana. Berhentilah berpura-pura, cukup
dengan topeng-topeng yang ternyata hanya membuat kamu tak mengenal diri kamu
sendiri.
================================================================================================================
ini pertanyaan buat nimpukin diri sendiri sih..
Wahai hati, tak inginkah kau berdamai
denganku? Tak lelahkah kau dengan topeng ini?
perlu kita tahu juga,
Untuk mewujudkan mimpi, tidak hanya
persoalan seberapa besar usaha, tapi seberapa khusyuk kau berdo’a dan meminta kepada Allah.
Kadang kita memang harus belajar
melepaskan, dan berdamai dengan hati sendiri. agar kita bisa menerima
kenikamatan lain yang sudah Allah persiapkan.
Kadang kita terlalu fokus pada mimpi besar
kita, sehingga banyak kenikmatan lain yang Allah tebar disekeliling kita tak
lagi kita sadari.
nah, sekarang...
ajak *dia untuk melepaskan, agar kalian punya tempat yang lebih luas untuk mimpi yang harus dibangun berikutnya. (* hatimu, iya, kamu... hmhuh)
===========================================================
===========================================================
pariaman, 9915
F S H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar