Kadang kita tidak menyadari
bahwa sikap kita tidak sesuai dengan lingkungan kita. Berkali-kali kita
menggunakan cara yang sama dan berkali-kali pula kita bermasalah, karena egois
dan merasa cara kita tepat, alhasil sering terjadi kesalahpahaman, merasa tidak
dimengerti atau mungkin hal-hal lain yang dapat menghambat komunikasi. Sering
terjadi namun jarang menyadari, atau kadang terpikirkan bahwa itu salah, tapi
tetap atau bahkan masih dilakukan.
Ya, itulah yang kadang
terjadi pada seorang saya, saya adalah seorang mahasiswi tingkat akhir, yang
sampai saat ini masih sering menghapus beberapa nomor handphone orang
dikarenakan saya kesal dengan orang tsb. alasannya simple, karena mereka tidak
membalas sms saya, atau mungkin mereka secara langsung menunjukkan sebuah sikap
yang itu benar-benar menyebalkan. Saya adalah seorang staf kaderisasi dalam
sebuah organisasi dakwah yang baru saja menghapus nomor HP ketua department nya
karena dia cukup sering mengabaikan sms saya. Saya seorang adik tingkat yang masih
menggunakan cara komunikasi menurut cara saya, tanpa pernah menanyakan kepada
lawan komunkasi saya, mereka biasa seperti itu atau tidak, mereka nyaman dengan
hal itu atau tidak.
Saya seorang mahasiswi yang sampai
sekarang, akan kesal jika sms saya di abaikan, saya seorang mahasiswi yang akan
kesal jika pertanyaan saya gak dijawab atau mungkin dijawab dengan cara
mutar-mutar terlebih dahulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar