Minggu, 04 Mei 2014

Cinta dalam Diam itu Ada. "Abang" [1]

Teruntuk abang, di tempat.

Bang, apa kabar?
Sedang apa sekarang?
Bang, Aku rindu padamu.
Bang, aku tahu kau pasti lelah, kau pasti letih, karena kau masih bekerja.
Seingat ku, kau sudah bekerja dari aku berumur 4 atau 5 tahun. Tapi kata mama, kau sudah bekerja dari usia ku 2 tahun. Saat itu kau masih sekolah di STM. Kata mama, waktu kau sekolah dulu, ketika lebaran, kau akan bekerja ekstra agar kau bisa membelikan ku baju lebaran,  dan benar, setiap lebaran kau selalu bisa memberikan kami adik-adikmu baju lebaran.

Hingga aku SD, MTS, SMA, sampai akhirnya aku kuliah sekarang. Belum pernah aku mendengarkan kalimat seperti  yang kau ucapkan tadi bang, kalimat yang mungkin sudah kau simpan dari 20 tahun yang lalu, dan tak pernah ku dengar. Kau mengucapkan kalimat itu dengan penuh ketulusan dan cintamu pada ku, adikmu.
Kau bilang , yang terpenting buat mu sekarang adalah bagaimana caranya aku bisa mewujudkan cita-citaku. Menyelesaikan kuliah ku tanpa kurang satu apapun, kau juga bilang bahwa kau tak pernah menjanjikan kemewahan atau kesenangan pada kami adik-adikmu, tapi kau akan Berusaha memenuhi kebutuhan-kebutuhan ku, itu katamu.

Haru bang, aku bangga padamu. Aku bangga menjadi adikmu, kau memang tak kuliah, kau memang bukan sarjana, karena kau membiayai sekolahku hingga kini. Kata mama , kau punya harapan besar atas kelulusan ku. Akupun tak menyangka hal itu terpikirkan olehmu bang.

Bang, tunggulah, aku akan mempersembahkan kelulusan ini untuk mu. untuk kerja keras mu dan harapanmu.

Aku bangga menjadi adikmu bang, adik seorang abang yang bukan pegawai negeri, adik seorang abang yang juga bukan polisi, adik seorang abang yang juga bukan pengusaha sukses, dengan lantang aku katakan, bahwa aku bangga menjadi adik seorang abang yang bekerja sebagai pembawa mobil batu bara. Aku bangga bang.

Dengan segenap hati ku, Aku mencintaimu bang, aku mencintaimu karena Allah, dan kau adalah Abang terhebat buat ku.




salam cinta ,



(Adik bungsu mu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar