Senin, 03 Maret 2014

Sungguh, itu bukan kalimat yang pantas saya ucapkan kepada mereka.

Semalam unen nelfon, banyak hal yang kami obrolkan, tentang unen yang sedang membangun usaha, tentang partai politik, dan yang paling membuat saya sedih adalah tentang kakak ipar yang menanyakan kapan saya wisuda dan sudah mulai mempersiapkan dana untuk menghadiri wisuda saya. Apa yang harus saya lakukan? Saya harus bagimana? Bagaimana ini ya Allah?
Tak sanggup rasanya saya membatalkan wisuda Agustus dan mengatakan kepada mereka, terutama kepada kedua insan yang terus berharap dan mendo’akan saya itu, mama dan papa. Mereka akan makin lama tertekan jika saya tidak menyelesaikan skripsi ini. Ini sudah hampir 2 bulan saya tidak menyentuh file skripsi, mungkin sudah dipenuhi jaring laba-laba.


Bagaimana saya bisa menjelaskan kepada mereka ya Allah, ketika saya bisa menjelaskan tentang skripsi kepada pemimpin saya dalam sebuah organisasi, dan meminta keringanan untuk tidak menyelesaikan tugas dengan segera, karena ingin mengerjakan skripsi, tapi bagaiamana saya bisa menjelaskan bahwa, ma, pa, maaf, saya belum bisa mengerjakan skripsi sekarang karena banyak tugas organisasi yang harus saya kerjakan. Sungguh, itu bukan kalimat yang pantas saya ucapkan kepada mereka.

Bandung, 2 maret 2014, 05:26 wib , my room

Tidak ada komentar:

Posting Komentar