Nama saya Ghubaarun, usia saya 22 kurang 15
hari, saya tingkat 4 di Pendidikan ILK*M, tepatnya saya semester 8 di
U*I.
ini kisah mimpi tingkat 1 saya, bukan untuk bangga, atau mengumbar-ngumbar, tapi semoga ini menjadi pelajaran bagi siapapun yang membaca,
bahwa mimpi itu tidak harus di kabulkan pada saat ini, tapi pada saat yang tepat.
bahwa Amanah itu bukan sepatu yang harus kamu lepas ketika akan masuk Masjid, tidak semudah itu.
bahwa tugas kita adalah menerima dengan ikhlas atas Takdir-Nya.
dan ini lah kisah ku...
Tingkat 1 saya bermimpi ingin ikut beberapa organisasi
di Kampus. Diantaranya saya ingin jadi pengurus KEMA**M (jurusan), R*MA, U*DM,
[universitas) dan ingin ikut beberapa Unit kegiatan di U*I.
Tingkat 1 dan 2,
Allah belum mengizinkan saya ke Universitas, itu terbukti, saya di tahan di
jurusan, tepatnya di DEPR*H Kema**m. Saya tidak bisa kemana-mana dengan dalih jurusan
masih membutuhkan.(GR? bisa jadi)
Akhir semester 4 (Tahun ke- 2), saya berwacana gila,
saya tidak akan ikut organisasi apa-apa lagi, termasuk jurusan pun akan saya
tinggalkan. Ya… saya tidak akan mengurus apa-apa lagi terkait “kemahasiswaan”,
fokus ke akademik (meskipun saya tidak yakin saya bisa).
Menginjak semester ke-5 tahun ke-3, takdir berkata
lain, dan wacana yang pernah terlontar terbang seperti debu yang di tiup Angin
topan, tak bersisa. Saya justru mendapatkan mimpi-mimpi saya ketika tahun
pertama yang sempat ingin saya lupakan
karena “dalih jurusan masih membutuhkan” (sedikit memperjelas).
Ya…wacana yang awalnya ingin meninggalkan jurusan, akhirnya saya
menjadi DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), ini sejajar dengan Presiden di
jurusan. Tidak hanya itu, saya bahkan menjadi pengurus DPM R*MA U*I (tingkat
Universitas, yang mewakili 35.000 mahasiswa U*I, katanya), tidak hanya sebatas itu,
saya-pun mendapatkan keinginan saya yang ingin jadi pengurus U*DM (lembaga
dakwah tertinggi di U*I), dan saya jadi pengurus BK*, semi otonom U*DM.
Ya, tahun ke-3 saya bergulat dengan lembaga-lembaga
yang lebih tinggi dari sebelumnya. Walaupun beberapa saya kurang total atau
mungkin tidak begitu militan di dalamnya.
Sekarang, hari ini, saya sudah tahun ke-4, saya sudah
semester 8, baru saja. Apa yang kamu
pikirkan di semester 8 ? PPL ? kerjakan Skripsi kemudian Lulus ? atau karena
sudah tidak ada kuliah, maka kamu ingin bekerja ?
Ya… semua itu mungkin saja, saya juga berpikiran yang
sama, normal. Pasti saya ingin fokus pada PPL saya, karena kata teman-teman
yang sudah PPL, katanya PPL itu melelahkan. Inginnya saya Lulus tepat waktu
4tahun, kerjakan skripsi, tentunya harus. Kerja? Saya pun inginkan itu. Agar
mama tidak lagi kesawah orang untuk mengais rezki yang Allah titipkan disana.
Agar Papa bisa menikmati buah dari perjuangannya selama ini, tentunya saya
ingin.
Sampai pada titik dimana teh E**a meminta saya bergabung untuk
menjadi tim *******_ ****** 2014. Dan saya terima.
Hingga sampai pada malam dimana N**ul sms dan meminta saya untuk
bergabung di K***I K***A, ini mungkin K***I tingkat kota. Siapa yang menyangka
dia mengajak saya yang notabene nya belum mengikuti kaderisasi tingkat 2, Saya terima dan mengikuti beberapa prosedur yang
di berikan.
Dan Sampai pada titik dimana saya yang awalnya
menerima tawaran untuk mendisain kalender dan stiker serta membuat video salah
seorang Caleg provinsi, yang saya kira Cuma sebatas itu dan setelah itu terima
uang dan saya berlepas diri, kini diperpanjang dan dilanjutkan sampai masa
kampa**e 2014 berakhir, sehingga apapun yang mereka butuhkan nantinya terkait
disain, saya dan tim harus siap.
Ya Allah, kemana lagi takdir-Mu akan membawaku? Aku
ikhlas ya Allah, aku pasrah ya Allah, aku pasrah, pasrah atas Apapun yang akan Engkau
gariskan untukku. Karena mungkin tidak ada kenikmatan yang lebih nikmat
melainkan ikhlas menerima ketentuan-Mu, apapun itu.
Jika aku kadang belum sempurna membuktikan cintaku
kepada-Mu, maka aku tetap ingin Engkau Mencintaiku dengan cara-Mu.
Jika aku kadang sering mengabaikan peringatan-Mu, maka
aku tetap ingin Engkau selalu mengingatkan ku dengan cara-Mu.
Jika aku terkadang memaksa berdo’a pada-Mu agar
mimpi-mimpiku di kabulkan, maka aku tetap ingin Engkau menjawab mimipi-mimpi
itu menurut waktu yang tepat menurut-Mu.
jika aku pernah berburuk sangka karena mimpiku tidak
segera Engkau kabulkan, karena adik-adik atau teman-teman yang saya dakwahi tak
segera Engkau buka kan hati mereka untuk menerima hidayah, maka aku masih tetap
ingin Engkau mendidikku dengan cara-Mu.
dan ketika aku sering bosan untuk mengingatkan Papa,
Mama, kakak-kakak-ku dan keluarga-ku karena mereka sangat susah diminta untuk
akur, karena mereka sampai saat ini masih sering mengabaikan-Mu, aku masih
tetap ingin ya Allah, aku masih tetap ingin agar Engkau Mengizinkan ku untuk
dapat membahagiakan mereka. Agar aku diberikan kesempatan untuk menjadi salah
satu jalan syurga buat mereka. Izinkan aku ya Allah, berikan kesempatan padaku
untuk dapat membahagiakan mereka.
Dan meski kadang aku sombong dengan ibadah dan manfaat
yang hanya sedikit aku lakukan, maka aku masih tetap ingin ya Allah, aku masih
tetap ingin Engkau mengampuni dosa-dosa ku.
Terimakasih atas usia 22 ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar