Sabtu, 01 Februari 2014

SENS*R #Kemanapun Takdir akan membawa, maka Ikhlas-lah

Nama saya Ghubaarun, usia saya 22 kurang 15 hari, saya tingkat 4 di Pendidikan ILK*M, tepatnya saya semester 8 di U*I.
ini kisah mimpi tingkat 1 saya, bukan untuk bangga, atau mengumbar-ngumbar, tapi semoga ini menjadi pelajaran bagi siapapun yang membaca,

bahwa mimpi itu tidak harus di kabulkan pada saat ini, tapi pada saat yang tepat.
bahwa Amanah itu bukan sepatu yang harus kamu lepas ketika akan masuk Masjid, tidak semudah itu.
bahwa tugas kita adalah menerima dengan ikhlas atas Takdir-Nya.
dan ini lah kisah ku...

Tingkat 1 saya bermimpi ingin ikut beberapa organisasi di Kampus. Diantaranya saya ingin jadi pengurus KEMA**M (jurusan), R*MA, U*DM, [universitas) dan ingin ikut beberapa Unit kegiatan di U*I. 

Tingkat 1 dan 2, Allah belum mengizinkan saya ke Universitas, itu terbukti, saya di tahan di jurusan, tepatnya di DEPR*H Kema**m. Saya tidak bisa kemana-mana dengan dalih jurusan masih membutuhkan.(GR? bisa jadi)

Akhir semester 4 (Tahun ke- 2), saya berwacana gila, saya tidak akan ikut organisasi apa-apa lagi, termasuk jurusan pun akan saya tinggalkan. Ya… saya tidak akan mengurus apa-apa lagi terkait “kemahasiswaan”, fokus ke akademik (meskipun saya tidak yakin saya bisa).

Menginjak semester ke-5 tahun ke-3, takdir berkata lain, dan wacana yang pernah terlontar terbang seperti debu yang di tiup Angin topan, tak bersisa. Saya justru mendapatkan mimpi-mimpi saya ketika tahun pertama yang  sempat ingin saya lupakan karena “dalih jurusan masih membutuhkan” (sedikit memperjelas).

Ya…wacana yang awalnya ingin meninggalkan jurusan, akhirnya saya menjadi DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa), ini sejajar dengan Presiden di jurusan. Tidak hanya itu, saya bahkan menjadi pengurus DPM R*MA U*I (tingkat Universitas, yang mewakili 35.000 mahasiswa U*I, katanya), tidak hanya sebatas itu, saya-pun mendapatkan keinginan saya yang ingin jadi pengurus U*DM (lembaga dakwah tertinggi di U*I), dan saya jadi pengurus BK*,  semi otonom U*DM.

Ya, tahun ke-3 saya bergulat dengan lembaga-lembaga yang lebih tinggi dari sebelumnya. Walaupun beberapa saya kurang total atau mungkin tidak begitu militan di dalamnya.

Sekarang, hari ini, saya sudah tahun ke-4, saya sudah semester 8, baru  saja. Apa yang kamu pikirkan di semester 8 ? PPL ? kerjakan Skripsi kemudian Lulus ? atau karena sudah tidak ada kuliah, maka kamu ingin bekerja ?

Ya… semua itu mungkin saja, saya juga berpikiran yang sama, normal. Pasti saya ingin fokus pada PPL saya, karena kata teman-teman yang sudah PPL, katanya PPL itu melelahkan. Inginnya saya Lulus tepat waktu 4tahun, kerjakan skripsi, tentunya harus. Kerja? Saya pun inginkan itu. Agar mama tidak lagi kesawah orang untuk mengais rezki yang Allah titipkan disana. Agar Papa bisa menikmati buah dari perjuangannya selama ini, tentunya saya ingin.

Sampai pada titik dimana teh E**a meminta saya bergabung untuk menjadi tim *******_ ****** 2014. Dan saya terima.

Hingga sampai pada malam dimana N**ul sms dan meminta saya untuk bergabung di K***I K***A, ini mungkin K***I tingkat kota. Siapa yang menyangka dia mengajak saya yang notabene nya belum mengikuti kaderisasi tingkat 2, Saya terima dan mengikuti beberapa prosedur yang di berikan.

Dan Sampai pada titik dimana saya yang awalnya menerima tawaran untuk mendisain kalender dan stiker serta membuat video salah seorang Caleg provinsi, yang saya kira Cuma sebatas itu dan setelah itu terima uang dan saya berlepas diri, kini diperpanjang dan dilanjutkan sampai masa kampa**e 2014 berakhir, sehingga apapun yang mereka butuhkan nantinya terkait disain, saya dan tim harus siap.

Ya Allah, kemana lagi takdir-Mu akan membawaku? Aku ikhlas ya Allah, aku pasrah ya Allah,  aku pasrah, pasrah atas Apapun yang akan Engkau gariskan untukku. Karena mungkin tidak ada kenikmatan yang lebih nikmat melainkan ikhlas menerima ketentuan-Mu, apapun itu.

Jika aku kadang belum sempurna membuktikan cintaku kepada-Mu, maka aku tetap ingin Engkau Mencintaiku dengan cara-Mu.

Jika aku kadang sering mengabaikan peringatan-Mu, maka aku tetap ingin Engkau selalu mengingatkan ku dengan cara-Mu.

Jika aku terkadang memaksa berdo’a pada-Mu agar mimpi-mimpiku di kabulkan, maka aku tetap ingin Engkau menjawab mimipi-mimpi itu menurut waktu yang tepat menurut-Mu.

jika aku pernah berburuk sangka karena mimpiku tidak segera Engkau kabulkan, karena adik-adik atau teman-teman yang saya dakwahi tak segera Engkau buka kan hati mereka untuk menerima hidayah, maka aku masih tetap ingin  Engkau mendidikku dengan cara-Mu.

dan ketika aku sering bosan untuk mengingatkan Papa, Mama, kakak-kakak-ku dan keluarga-ku karena mereka sangat susah diminta untuk akur, karena mereka sampai saat ini masih sering mengabaikan-Mu, aku masih tetap ingin ya Allah, aku masih tetap ingin agar Engkau Mengizinkan ku untuk dapat membahagiakan mereka. Agar aku diberikan kesempatan untuk menjadi salah satu jalan syurga buat mereka. Izinkan aku ya Allah, berikan kesempatan padaku untuk dapat membahagiakan mereka.

Dan meski kadang aku sombong dengan ibadah dan manfaat yang hanya sedikit aku lakukan, maka aku masih tetap ingin ya Allah, aku masih tetap ingin Engkau mengampuni dosa-dosa ku.


Terimakasih atas usia 22 ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar