Bandung, 14 Mei 2013 "Tak Sempurna, Tapi BERMAKNA"

Ingat kembali sosok-sosok yang kadang menyebalkan itu, namun tak jarang juga kadang membuatku bahagia. Ingat kembali nama-nama mereka satu demi satu. Gimy, Rahmat, Ika Sandra, Putri, Eko, Yoki, dan banyak nama-nama di SMA yang membuat Saya begitu mellow malam ini.

SAHABAT, walaupun kalimat ini sudah mulai memudar, dia masih tetap membuat hati ini bergetar ketika mengingat manusia-manusia aneh yang tergabung didalamnya.
Kembali memori 3-4 tahun silam terputar kembali layaknya pita sebuah kaset rusak yang putarannya susah untuk dihentikan.
Sudah lama tak mendengar suara-suara mereka, sering nomor handpone mereka ingin saya hubungi, tapi belum siap rasanya, pertanyaan-pertanyaan konyolpun kadang ikut bermunculan dikepala, nanti saya ngomong apa? Apa yang harus saya ceritakan ke mereka? Ya…. Karena sudah lama tidak berkomunikasi, sehingga terasa kikuk ketika ingin menelfon.
Gimmy, kamu apa kabar?
Masih kuatkah kau menjalani cobaan yang sepertinya sangatlah berat itu?

Rahmat, bagaimana kamu sekarang?
Kata teman-teman, kalian sudah jarang kumpul sekarang. Apakah kamu masih bertahan dengan kalimat andalanmu “Gak penting”, dan berbagai kalimat lain yang di bubuhi kata gan penting lainnya.

Ika Sandra, sepertinya karirmu makin naik daun.
Kau memang pantas mendapatkannya kawan, karena ku tahu tentang kerja keras dan
kegigihanmu.

Putri, bagaimana kuliahmu?
Ku dengar kau akan segera wisuda, sukses ya..
Dari SMA saya sudah percaya bahwa kau bisa sukses dengan caramu, tidak harus mengikuti cara orang lain.

Fadri, akhirnya kau benar-benar jadi ustadnya kita-kita , semoga istiqomah sahabat.
Kalian pasti sudah jarang dengar kata Sahabat ya? Atau mungkin sangat sering? Saya juga sudah jarang dengar.
Beberapa kali, saya mencoba membuka kisah SMA kita, sudah mulai usang, ada kata yang juga sudah memudar. “SAHABAT”, meskipun tulisannya sudah mulai memudar, tapi maknanya masih sama. Setidaknya ia masih bermakna di HATI ini.
Heh, saya sudah 21th sekarang, terakhir kita lempar-lempar telur 3thn yang lalu. Hehe
Diangka yang sudah bukan remaja SMA lagi ini, saya mulai takut, orang-orang sudah memandang saya sebagai gadis dewasa. Tapi saya masih merasa detik-detik dibawah pohon didepan kelas XII IPA , ketika saya menangis tentang persahabatan kita yang TAK SEMPURNA namun BERMAKNA itu.
Kapan ya kita kumpul lagi di lapangan SMA?
saya merindukannya, rindu akan semangat-semangat kita, rindu ketika mimpi-mimpi itu mulai kita ucapkan. Kali ini kalian tidak boleh mengatakan saya cengeng lagi, walaupun air mata ini jatuh ketika saya menuliskan surat ini. Saya baik-baik saja kok, air mata ini hanyalah bukti betapa saya mencintai kalian Karena ALLAH, sungguh.

Heh, Ayo yang sudah siap, segera menikah. Saya sangat ingin menghadiri semua pernikahan kalian. Berjanjilah bahwa kalian tidak akan membiarkan saya melewatkan hari penting itu. #hehehe, saya mulai ngaco ngomongnya.
Udah ya, kalian pasti sudah pada sibuk sekarang.
Apapun keadaan kalian dan siapapun kalian sekarang, kisah itu akan tetap mencatat bahwa Persahabatan Q_Ta itu ADA.
Sahabatmu,
[Sang Debu]
fotoku kok ngq yang ganteng sich *comlain
BalasHapuswah..wah..
BalasHapushehehe,,,saya baru liat ada kommenant, ada respon dari sebrang sana, ternyata masih ada kehidupan di planet sana.
BalasHapus