dan saya biasanya cuma merengek, ya.. mama, mau gimana lagi, orang senengnya maen itu.
sampai sekarang, sampai pada waktu ketika saya tergerak untuk membuat tulisan ini,
hingga akhirnya saya ingat ketika mama bilang, kira-kira kenapa ya kaki saya, jangan-jangan memang ada penyakit yang mungkin "serius", dan beliau terlihat khawatir. tapi saya malah bilang, aaa.... gak ada apa-apa kali ma, ini kan cuma sakit biasa, karena kecapean lari-lari mungkin.
kalaupun waktu itu akibat kecapean karean terlalu aktif dipagi hari, kenapa sekarang masih terasa bahkan ketika tidak menghabiskan jarak 500meter untuk berjalan?
saya pernah menceritakan kejadian serupa sbelumnya pada mama, dan mama langsung minta saya cek ke dokter, dan saya pun cek ke dokter, hingga akhirnya saya direkomendasikan untuk ronsen, tapi karena saya kurang bersahabat dengan dokter dan saya juga sedikit belum siap untuk dironsen, akhirnya surat rekomendasi dari dokter itu saya simpan di tas bagian paling dalam, hingga saya tidak akan menemukannya dengan mudah ketika membuka tas.
sampai sekarang saya belum pernah kedokter lagi untuk menanyakan tentang ini. dan sampai sekarang juga mama saya masih mengkhawatirkan kaki saya. saya justru tidak khawatir sedikitpun dan bahkan jika sakitnya tidak kambuh, saya bahkan lupa. tapi mama saya hampir tiap kali nelfon pasti menanyakan bagaimana kaki saya, masih sering sakitkah atau gimana.
dari hal itu, saya makin yakin bahwa orang tua sangat menyayangi anaknya, salah seorang orang tua diseluruh dunia telah membuktikannya.
mama saya telah membuktikan bahwa betapa mereka sangat menyayangi anaknya dan mereka khawatir akan keadaan anaknya,
mama saya telah membuktikan betapa sayangnya beliau kepada saya, bahkan sayangnya mama kepada saya melebihi sayangnya saya pada diri saya sendiri.
mama mengkhawatirkan kesehatan dan keadaan saya, sementara saya, kadang biasa-biasa saja, bahkan tidak memperhatikan kesehatan saya.
dedikasi seorang mama tak pernah terkalahkan oleh organisator manapun, begitu juga loyalitas seorang papa yang selalu siap sedia ketika dibutuhkan.
Ma, Pa, Aku mencintai mu karena allah...
gadis kecilmu
sang serpihan debu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar